FIGHT FOR INDONESIA...!!!!
|
|
Monday, February 01, 2010
Suporter kalau mau eksis.. jangan lebay pliss..!!
Judul diatas mungkin terlalu naïf bila dianggap sebagai judgement
belaka. Tapi lihatlah belakangan ini, berita di Media Cetak dan
Elektronik kini malah dipenuhi dengan aksi “supporter” yang reaktif
bahkan cenderung anarkis. Bukannya konsentrasi mendukung tim
kesayangannya, tapi kini malah terkesan ingin menunjukkan eksistensi
keberadaan kelompoknya dan terlalu reaktif dalam menjaga identitas
kelompoknya. Lagu-lagu, spanduk dan bahkan kaos-kaos kini dipergunakan
untuk ajang menghujat kelompok suporter lain dan hal tersebut jauh dari
tujuan awal yaitu mendukung dan memompa semangat klub yang didukungnya.
Sebenarnya kalau kita mau menoleh sejenak ke belakang, kita boleh
introspeksi apakah keadaan sekarang ini sangat diidamkan oleh para
suporter? Tenangkah kita kalau akan mendukung selalu dibayangi
kemungkinan cekal atau penghadangan dari kelompok suporter lain? Apakah
kita datang ke stadion tujuannya untuk memompa semangat klub kesayangan
kita atau hanya sekedar melampiaskan emosi dengan menghujat kelompok
suporter lain? Atau nyamankah kita kalau energy kita hanya dihabiskan
untuk mengurusi dendam dan emosi membara ke suporter lain??
Kalau perlu kita sejenak dapat membuka kembali, cerita dan berita
tentang tonggak sejarah suporter yang kreatif dan sportif yang pada
saat awal tahun 2000’an. Pada tahun tersebut energy positif suporter
bergaung kencang dengan diawali dengan aksi suporter Aremania yang
sanggup mengundang decak kagum para pemirsa dengan lagu dan aksi-aksi
gerakan ala suporter latin, kemudian ditularkan kepada Jakmania,
Pasoepati, Slemania dll. Tahun tersebut terkenal dengan era
persahabatan antar suporter, masing-masing kelompok suporter dapat
dengan tangan terbuka dan menyediakan kuota bagi kelompok suporter lain.
Sebenarnya kalau mau jujur, kelompok atau fans club itu dibentuk untuk
mendukung dan memompa semangat pemain yang berlaga di lapangan atau
bahkan ada julukan bahwa suporter itu adalah pemain ke-12. Selain hal
tersebut suporter juga sangat diharapkan kehadirannya di stadion untuk
membantu keuangan klub dengan cara membeli tiket masuk, membeli
merchandise klub atau bahkan sukarela mengumpulkan dana untuk keuangan
klub yang sedang kurang baik.
Satu hal yang juga sangat penting yaitu, bahwa suporter datang ke
stadion wajib siap mental untuk tetap semangat fair play mendukung klub
kesayangannya dalam keadaan apapun baik itu menang, imbang maupun
kalah. Para koordinator suporter diharapkan juga sedini mungkin
menghindarkan lagu-lagu provokatif yang cenderung SARA atau bahkan
bernada umpatan kasar. Eksistensi suporter bukan dilihat dari banyaknya
atau kenekatannya dalam mendukung klub kesayangan, tapi wajib menjaga
agar eksistensi jangan berlebihan kearah yang negatif bagi klub
sehingga berujung hukuman baik denda maupun larangan menonton.
Suporter wajib berperan nyata dalam kemajuan klub dan merupakan bagian
yang positif bagi perkembangan klub yang didukungnya. Tanamkan
paradigma bahwa suporter yang mendukung dengan tujuan positif pasti
hasilnya positif, dan jauhi kesan menang dengan cara menghalalkan
segala cara, karena hal tersebut pasti akan memantik tindakan balasan
yang serupa dari pihak lain dan dapat menimbulkan korban-korban tidak
bersalah yang tidak tahu akan kasus sebenarnya.
Saya yakin kalau kita semua tidak ingin, Sepakbola Nasional ini menjadi
salah satu pemicu retaknya hubungan harmonis antar daerah akibat
fanatisme berlebihan suporter, dan atas dasar tersebut kalau boleh
meminjam slogan iklan yang akrab di layar televisi, mungkin ini pas
juga kalau kita teriakkan kearah suporter kita.. ”Ayo arahkan energy
positif kita hanya untuk klub dan jangan sampai kita para suporter
dicap dengan slogan iklan.. kalau mau eksis jangan lebay pliss...!!”
Panji Kartiko
Posted at 12:16 pm by van_gee
link
Wednesday, August 19, 2009
Jangan Tonton Liga Super Indonesia
sebuah judul yang sangat ” sarkastik” tentunya. terlalu sadis,
terlalu radikal. jelas bertentangan dengan kebanyakan prinsip para
suporter. Tontonan itu sangat menghibur jadi kenapa mesti ditinggalkan.
sebuah kutipan artikel dari pak bambang haryanto mungkin yang menginspirasi untuk membuat nya.
Kita selama ini semata terobsesi untuk merengkuh hasil
tetapi melupakan proses. Bahkan demi merengkuh hasil itu kita tega
berbuat menghalakan segala cara, bahkan sampai melakukan tindakan
kriminal.
Contoh aktual : aksi mengutak-atik bunyi peraturan FIFA oleh para
petinggi PSSI kita, apakah juga perbuatan yang menghalalkan cara,
sekaligus sebagai tindak kriminal ? Mungkin ikhtiar semacam ini bisa
lolos. Tetapi hasil akhirnya akan dicatat oleh semesta, dan hanya
kegagalan yang menyapa pada ujung-ujungnya.
Di tengah carut-marut tindak rekaculika itu, lalu di mana suara para
suporter sepakbola Indonesia ? Kalau upaya meluruskan apa yang terjadi
dalam tubuh PSSI saat ini dilakukan dengan cara seperti melakukan demo,
justru cara seperti ini yang “ditunggu” oleh mereka. Apalagi kalau ada
tindak kekerasan. Kita para suporter akan terjebak dalam alunan gendang
aksi mereka.
Rekan-rekan suporter, beraksilah dengan metode di luar kotak.
Tirulah cara Mahatma Gandhi (1869-1948) dalam menanggapi tindak
kekejaman kolonial Inggris saat itu ketika India menjelang
kemerdekaannya. Gandhi menyerukan pendukungnya untuk melakukan aksi
anti kekerasan. Salah satu aksinya yang terkenal adalah satyagraha,
aksi non-koperasi dengan penguasa sipil. Kalau seluruh suporter
Indonesia kompak, melupakan dulu konflik semu antarkota, meminggirkan
primodialisme, demi masa depan sepakbola Indonesia di tataran terhormat
sepakbola dunia, kita mungkin mampu merubah keadaan.
Ketika memperingati sewindu Hari Suporter Nasional, 12 Juli 2008, bersama rekan-rekan suporter Solo, saya merancang melakukan aksi demo berdiam diri di Gladag,
Solo. Pesannya adalah, untuk memprotes pengelolaan sepakbola Indonesia
saat ini, menurut saya cara yang paling efektif adalah dengan : tidak menonton pertandingan sepakbola Indonesia.
Jadi…. beranikah kita melakukan sebuah protes dengan tidak menonton sepakbola indonesia.
jika memang anda setuju dengan gerakan ini…. bergabunglah dengan kami. di cause facebook
Posted at 01:08 pm by van_gee
link
Tuesday, August 18, 2009
Marhaban ya Ramadhan,
Bulan dimana nafas kita menjadi tasbih, tidur kita menjadi ibadah, amal kita diterima dan do'a kita di-ijabah,
Sungguh cantik kain plekat, dipakai orang pergi ke pekan. Puasa Ramadhan semakin dekat, silap dan salah mohon dimaafkan
Berharap padi dalam lesung, yang ada cuma rumpun jerami, harapan hati bertatap langsung, cuma terlayang e-mail ini.
Sebelum cahaya surga padam, Sebelum hidup berakhir, Sebelum pintu tobat tertutup, Sebelum Ramadhan datang, saya dan keluarga mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, semoga lebih baik dari tahun lalu.
Semoga di bulan Suci Ramadhan ini kita senantiasa diberikan Kesehatan, Rizqi, serta Barokah-Nya agar kita dalam menjalankan ibadah puasa ini dengan optimal.
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1430 H
Mohon maaf lahir bathin atas segala kekhilafan.
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Panji Kartiko & Keluarga
Posted at 06:49 pm by van_gee
link
|
|
|