Google
 







Cuma sekedar berbagi info positif,

untuk menambah ilmu & wawasan...




FIGHT FOR INDONESIA...!!!!
   

<< February 2010 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, February 01, 2010
Suporter kalau mau eksis.. jangan lebay pliss..!!

Judul diatas mungkin terlalu naïf bila dianggap sebagai judgement belaka. Tapi lihatlah belakangan ini, berita di Media Cetak dan Elektronik kini malah dipenuhi dengan aksi “supporter” yang reaktif bahkan cenderung anarkis. Bukannya konsentrasi mendukung tim kesayangannya, tapi kini malah terkesan ingin menunjukkan eksistensi keberadaan kelompoknya dan terlalu reaktif dalam menjaga identitas kelompoknya. Lagu-lagu, spanduk dan bahkan kaos-kaos kini dipergunakan untuk ajang menghujat kelompok suporter lain dan hal tersebut jauh dari tujuan awal yaitu mendukung dan memompa semangat klub yang didukungnya.

Sebenarnya kalau kita mau menoleh sejenak ke belakang, kita boleh introspeksi apakah keadaan sekarang ini sangat diidamkan oleh para suporter? Tenangkah kita kalau akan mendukung selalu dibayangi kemungkinan cekal atau penghadangan dari kelompok suporter lain? Apakah kita datang ke stadion tujuannya untuk memompa semangat klub kesayangan kita atau hanya sekedar melampiaskan emosi dengan menghujat kelompok suporter lain? Atau nyamankah kita kalau energy kita hanya dihabiskan untuk mengurusi dendam dan emosi membara ke suporter lain??

Kalau perlu kita sejenak dapat membuka kembali, cerita dan berita tentang tonggak sejarah suporter yang kreatif dan sportif yang pada saat awal tahun 2000’an. Pada tahun tersebut energy positif suporter bergaung kencang dengan diawali dengan aksi suporter Aremania yang sanggup mengundang decak kagum para pemirsa dengan lagu dan aksi-aksi gerakan ala suporter latin, kemudian ditularkan kepada Jakmania, Pasoepati, Slemania dll. Tahun tersebut terkenal dengan era persahabatan antar suporter, masing-masing kelompok suporter dapat dengan tangan terbuka dan menyediakan kuota bagi kelompok suporter lain.

Sebenarnya kalau mau jujur, kelompok atau fans club itu dibentuk untuk mendukung dan memompa semangat pemain yang berlaga di lapangan atau bahkan ada julukan bahwa suporter itu adalah pemain ke-12. Selain hal tersebut suporter juga sangat diharapkan kehadirannya di stadion untuk membantu keuangan klub dengan cara membeli tiket masuk, membeli merchandise klub atau bahkan sukarela mengumpulkan dana untuk keuangan klub yang sedang kurang baik.

Satu hal yang juga sangat penting yaitu, bahwa suporter datang ke stadion wajib siap mental untuk tetap semangat fair play mendukung klub kesayangannya dalam keadaan apapun baik itu menang, imbang maupun kalah. Para koordinator suporter diharapkan juga sedini mungkin menghindarkan lagu-lagu provokatif yang cenderung SARA atau bahkan bernada umpatan kasar. Eksistensi suporter bukan dilihat dari banyaknya atau kenekatannya dalam mendukung klub kesayangan, tapi wajib menjaga agar eksistensi jangan berlebihan kearah yang negatif bagi klub sehingga berujung hukuman baik denda maupun larangan menonton.

Suporter wajib berperan nyata dalam kemajuan klub dan merupakan bagian yang positif bagi perkembangan klub yang didukungnya. Tanamkan paradigma bahwa suporter yang mendukung dengan tujuan positif pasti hasilnya positif, dan jauhi kesan menang dengan cara menghalalkan segala cara, karena hal tersebut pasti akan memantik tindakan balasan yang serupa dari pihak lain dan dapat menimbulkan korban-korban tidak bersalah yang tidak tahu akan kasus sebenarnya.

Saya yakin kalau kita semua tidak ingin, Sepakbola Nasional ini menjadi salah satu pemicu retaknya hubungan harmonis antar daerah akibat fanatisme berlebihan suporter, dan atas dasar tersebut kalau boleh meminjam slogan iklan yang akrab di layar televisi, mungkin ini pas juga kalau kita teriakkan kearah suporter kita.. ”Ayo arahkan energy positif kita hanya untuk klub dan jangan sampai kita para suporter dicap dengan slogan iklan.. kalau mau eksis jangan lebay pliss...!!”


Panji Kartiko

Posted at 12:16 pm by van_gee
 

Wednesday, August 19, 2009
Jangan Tonton Liga Super Indonesia

sebuah judul yang sangat ” sarkastik” tentunya. terlalu sadis, terlalu radikal. jelas bertentangan dengan kebanyakan prinsip para suporter. Tontonan itu sangat menghibur jadi kenapa mesti ditinggalkan.

sebuah kutipan artikel  dari pak bambang haryanto mungkin yang menginspirasi untuk membuat nya.

Kita selama ini semata terobsesi untuk merengkuh hasil tetapi melupakan proses. Bahkan demi merengkuh hasil itu kita tega berbuat menghalakan segala cara, bahkan sampai melakukan tindakan kriminal.

Contoh aktual : aksi mengutak-atik bunyi peraturan FIFA oleh para petinggi PSSI kita, apakah juga perbuatan yang menghalalkan cara, sekaligus sebagai tindak kriminal ? Mungkin ikhtiar semacam ini bisa lolos. Tetapi hasil akhirnya akan dicatat oleh semesta, dan hanya kegagalan yang menyapa pada ujung-ujungnya.

Di tengah carut-marut tindak rekaculika itu, lalu di mana suara para suporter sepakbola Indonesia ? Kalau upaya meluruskan apa yang terjadi dalam tubuh PSSI saat ini dilakukan dengan cara seperti melakukan demo, justru cara seperti ini yang “ditunggu” oleh mereka. Apalagi kalau ada tindak kekerasan. Kita para suporter akan terjebak dalam alunan gendang aksi mereka.

Rekan-rekan suporter, beraksilah dengan metode di luar kotak. Tirulah cara Mahatma Gandhi (1869-1948) dalam menanggapi tindak kekejaman kolonial Inggris saat itu ketika India menjelang kemerdekaannya. Gandhi menyerukan pendukungnya untuk melakukan aksi anti kekerasan. Salah satu aksinya yang terkenal adalah satyagraha, aksi non-koperasi dengan penguasa sipil. Kalau seluruh suporter Indonesia kompak, melupakan dulu konflik semu antarkota, meminggirkan primodialisme, demi masa depan sepakbola Indonesia di tataran terhormat sepakbola dunia, kita mungkin mampu merubah keadaan.

Ketika memperingati sewindu Hari Suporter Nasional, 12 Juli 2008, bersama rekan-rekan suporter Solo, saya merancang melakukan aksi demo berdiam diri di Gladag, Solo. Pesannya adalah, untuk memprotes pengelolaan sepakbola Indonesia saat ini, menurut saya cara yang paling efektif adalah dengan : tidak menonton pertandingan sepakbola Indonesia.

Jadi…. beranikah kita melakukan sebuah protes dengan tidak menonton sepakbola indonesia.

jika memang anda setuju dengan gerakan ini…. bergabunglah dengan kami. di cause facebook

Posted at 01:08 pm by van_gee
 

Tuesday, August 18, 2009
Marhaban ya Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan,

Bulan dimana nafas kita menjadi tasbih, tidur kita menjadi
ibadah, amal kita diterima dan do'a kita di-ijabah,

Sungguh cantik kain plekat, dipakai orang pergi ke pekan.
Puasa Ramadhan semakin dekat, silap dan salah mohon dimaafkan

Berharap padi dalam lesung, yang ada cuma rumpun jerami,
harapan hati bertatap langsung, cuma terlayang e-mail ini.

Sebelum cahaya surga padam, Sebelum hidup berakhir,
Sebelum pintu tobat tertutup, Sebelum Ramadhan datang,
saya dan keluarga mengucapkan selamat menjalankan ibadah
puasa, semoga lebih baik dari tahun lalu.

Semoga di bulan Suci Ramadhan ini kita senantiasa diberikan
Kesehatan, Rizqi, serta Barokah-Nya agar kita dalam menjalankan
ibadah puasa ini dengan optimal.

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1430 H

Mohon maaf lahir bathin atas segala kekhilafan.

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Panji Kartiko & Keluarga

Posted at 06:49 pm by van_gee
 

Next Page