(Dimuat di Majalah Bolavaganza No.104 Edisi Juni 2010)
Seperti
biasa, meskipun tidak pernah sekalipun mencicipi ajang piala dunia, Indonesia
tidak akan pernah kehabisan para komentator “kelas wahid” yang mampu
menghasilkan analisa hebat dalam menyajikan prediksi calon Juara Dunia 2010.
Mulai
dari Pengurus PSSI, Klub, Wartawan, Selebritasdan bahkan politikus mulai mengalihkan konsentrasi dan energy mereka dengan
berlomba-lomba membuat prediksi Juara Piala Dunia 2010. Prediksi tersebut
secara lengkap disajikan diawali dari
siapa yang bakal lolos dari masing-masing grup maupun tahapan selanjutnya
hingga babak final.
Kalau
mau sedikit membandingkan data dan analisa yang mereka sampaikan sangat-sangat
baik dan masuk akal sehingga tidak akan kalah kalau dibandingkan dengan
pengamat sepakbola dunia sekalipun. Mulai dari statistic pertandingan, bioritme
pemain,kesehatan pemain, tehnik &
skill pemain, gaya
strategi pelatih sampai dengan prediksi
dukungan mistis tim-tim dari benua
afrika.
Yang
pasti hadirnya Piala Dunia 2010 ini dipercaya akan memicu maraknya dan
bergairah nya kembali Ajang Taruhan dan Judi Bola Online disaat piala dunia
digelar pada bulan Juni nanti. Dengan dibekali data dan prediksi yang kadang sebagian
besar benar, prediksi sang komentator handal yang dipercaya oleh publik sering
dijadikan acuan dalam menetapkan unggulan, voor dan key komisi petaruh . Para penjudi menetapkan jagoan dalam ajang judi bola
berdaasarkan prediksi para pengamat & komentator sepakbola.
Pele sang legenda sepakbola dari Brasil
bahkan dengan yakin mengatakan kepada media bahwa kandidat juara Piala Dunia
2010 adalah Spanyol. Hal tersebut didasari keyakinan bahwa Spanyol sang juara
Eropa 2008 itu dianggap memiliki persiapan tim yang paling baik, dan para
pemain yang hebat serta merata di semua lini.
Meskipun prediksi Pele tersebut sedikit
”berkhianat” bila dipandang dari fanatisme kenegaraan, komentar diatas dianggap
bukanlah hal yang melawan arus, karena dalam setiap analisa yang disampaikan
para komentator sepakbola, Spanyol bersama Brasil, Inggris, Argentinahampir selalu ditempatkan dalam jajaran atas
Timnas yang di prediksi berpeluang besar menjuarai Piala Dunia 2010.
Antara prediksi
teoritis, hambatan hingga faktor keberuntungan.
Bagaimanapun juga sehebat apapun prediksi
para pengamat & komentator sepakbola dunia, tidak akan satupun yang mampu
memprediksi hambatan dan faktor keberuntungan yang diberikan sang dewi fortuna
dalam setiap ajang kompetisi Piala Dunia.
Masih ingatkah bahwa pada piala dunia 2002,
Korea Selatan dapat menjungkir balikkan analisa para komentator hingga mampu lolos
ke babak 4 besar yaitu Semifinal. Kamerun pada ajang Piala Dunia 1990 mampu
mengalahkan Argentina sang favorit juara dengan gol tunggal dari Oman Biyik,
ditambah Italia yang mampu menjuarai Piala Dunia 2006 dengan mengalahkan
perancis dengan drama adu penalty 5-3. Nah hal tersebutlah yang semakin
mengukuhkan pameo bahwa bola itu bundar, sehingga prediksi yang matang akan
kalah oleh yang namanya faktor kejutan & keberuntungan.
Memiliki tim terbaik yang didukung pemain dan
statistik permainan yang mumpuni, bukanlah jaminan bahwa suatu timnas akan
dengan mudah menjuarai ajang Piala Dunia dengan mudah dan lancar.
Faktor hambatan cedera pemain inti, koleksi
kartu kuning & merah, keputusan kontroversial wasit, mental juara pemain,
hingga kurangnya aklimatisasi timnas dalam menghadapi cuaca ekstrem yang
mungkin muncul inilah yang akan memutar balikkan skenario analisa yang telah
disusun secara matang oleh para komentator.
Tidak ada satupun timnas yang bebas dari
risiko yang dipaparkan diatas, sehingga peran kejelian pelatih dalam menentukan
komposisi pemain, skill dan emosi pemain yang baik serta dukungan drawing
undian pooling grup harus didukung pula dengan
keberuntungan yang menggelayuti di setiap pertandingan yang dianggap menjadi
fase yang krusial.
Spanyol merupakan favorit juara yang patut
dijagokan menjuarai Piala Dunia 2010 apabila kitamengacu dari hitung-hitungan analisa sebagai
berikut :
1.Skuad terbaik yang dihuni komposisi pemain yang lengkap mulai dari Kiper
Iker Cassilas (madrid) , bek Raul
Albiol (Real Madrid), Alvaro Arbeloa (Real Madrid), Gerard Pique (Barcelona),
Carles Puyol (Barcelona), Sergio Ramos (Real Madrid), pemain tengah Xabi Alonso
(Real Madrid), Sergio Busquets (Barcelona), Cesc Fabregas (Arsenal), Andres
Iniesta (Barcelona), Marcos Senna (Villarreal), David Silva (Valencia), Xavi
(Barcelona). Akan memanjakan duet bomber yang diisi Fernando Torres (liverpool)
dan David Villa.
2.Spanyol juga merupakan timnas yang menjalani babak penyisihan dengan
sempurna hasilnya karena dengan mudah mengalahkan pesaing-pesaing di
kualifikasi babak penyisihan Piala Dunia.
3.Dukungan skema permainan yang ciamik dengan sang pelatih berpengalaman
Vicente Del bosque.
4.Kekompakan tim yang terjaga dengan baik sejak menjuarai Piala Eropa 2008,
sehingga tidak perlu menggalang pondasi dasar kekompakan dari segi ritme
permainan tim.
5.Tidak besarnya gap kualitas antara pemain inti dan pemain cadangan juga
merupakan faktor yang mendukung Spanyol.
Pesaing dekat yang mampu menggoyahkan analisa
tersebut diatas adalah Timnas Inggris yang juga dihuni skuad yang dipenuhi
pemain hebat yang sedang on fire mulai dari Rooney, Gerard, Lampard hingga Rio
Ferdinand akan didukung dengan sang pelatih hebat dari Italia yaitu Fabio
Capello.
Brasil dan Aregentina merupakan tim lain yang
dianggap mampu menyalip dari tikungan akhir dengan berbekal skuad pemain yang
komplit dan kemampuan beradaptasi dengan cuaca panas dan cenderung ekstrem di
Piala Dunia 2010 nanti. Hanya sayang dari segi soliditas permainan, kadang
Brasil dan Argentina terkesan angin-anginan sehingga tidak mampu selalu
mempertahankan kualitas permainan terbaiknya. Pelatih Brasil Carlos Dunga dan
Maradona memang merupakan pemain yang hebat, tapi sayang keduanya belum cukup
hebat menjadi pelatih yang dapat mempersembahkan gelar piala dunia bagi
negaranya.
Bukannya hendak menyaingi dan latah ikut-ikutan
menjadi komentator sepakbola, atau meramal seperti paranormal, dan mendahului
takdir juara yang ditetapkan oleh Tuhan, kalau boleh mengunggulkan maka analisa
saya pribadi cenderung akan menjagokan Spanyol akan mampu menjuarai Piala Dunia
2010. Bagaimana dengan anda?
Penulis
Panji Kartiko
Dewan Penasehat Pasoepati Jabodetabek
Dan Warga Komunitas Suporter Joglosemar
Jabodetabek.
( dimuat pada majalah Bolavaganza
No.103 , edisi Mei 2010, halaman 88-89)
Setelah puas dengan ajang kompetisi antar klub di daratan
eropa, mungkin kalau boleh sedikit meramal, konsentrasi masyarakat bola Indonesia
saat ini mulai terbelah mengenai Piala Dunia Afrika 2010 yang akan di gelar
pada bulan Juni 2010 nanti. Berbagai macam iklan baik di media elektronik
maupun media massa
mulai dibanjiri dengan demam dan jargon Piala Dunia.
Seperti biasa meskipun timnas sepakbola Indonesia tidak pernah sekalipun
mencicipi untuk berlaga di ajang Piala Dunia, tetapi animo masyarakat, media
dan sponsor seakan tidak akan pernah kehabisan energi untuk ikut serta
bergabung dalam keriuhan gelaran pesta sepakbola sejagad itu.
Media televisi bahkan beberapa tahun sebelum ajang tersebut
digelar sudah berlomba-lomba untuk ikut dalam proses tender pembelian hak cipta
tayangan langsung Piala Dunia Afrika 2010. RCTI dan Global TV yang masuk dalam
grup media MNC, sudah memulai menularkan wabah Piala Dunia 2010 kepada
pemirsanya sejak setahun sebelum turnamen tersebut dimulai. Mulai dari acara
kuis, cuplikan aksi dan info seputar piala dunia hingga ajang nonton bareng
acara pengundian grup peserta piala dunia.
Sejalan dengan pihak media, para sponsor pun secara gerak
cepat mulai menangkap peluang akan demam piala dunia tersebut, mulai dengan
melabeli produk mereka sebagai produk resmi piala dunia sampai, nonton bareng,
bonus atribut sepakbola sampai dengan
merubah kemasan produk sesuai piala dunia 2010.
Dengan gerak kencang para sponsor tersebut, sebenarnya pihak
media cetak lah yang paling diuntungkan dengan adanya gelaran Piala Dunia 2010
ini. Mereka dengan leluasa meraup keuntungan dari aliran dana alokasi biaya
iklan, peningkatan oplah penjualan sampai dengan kerjasama dengan perusahaan
telekomunikasi untuk mensuplai info terkait dengan Piala Dunia 2010.
HaL-hal tersebut diatas sebenarnya hanya sekumpulan kecil
uang yang beredar di suatu Negara akibat efek tidak langsung piala dunia. Nah
kalau secara logika simpel saja, bahwa Negara seperti Indonesia yang tidak ikut
serta dan menyelenggarakan Piala Dunia saja dapat mengeruk keuntungan ekonomi dari
efek tidak langsung Piala Dunia 2010 yang digelar di Afsel. Tentunya sebagai
Negara penyelenggara Piala Dunia, Afsel akan sangat terbuka untuk mengeruk
keuntungan dan pemasukan devisa yang bergelombang masuk secara konstan ke
Negara tersebut.
Keuntungan Ekonomi Piala Dunia Afsel 2010.
Negara Afrika Selatan sebagai
host gelaran piala dunia 2010 ini telah mengeluarkan budget anggaran
33 miliar rand (Rp 4,4 triliun) sejak 2005.Biaya tersebut akan sebanding dengan prospek
keuntungan dari sisi ekonomi baik di bidang keuntungan sebagai host turnamen,
peningkatan investasi maupun peluang besar peningkatan turisme mancanegara ke
negara tersebut.
Sesuai dengan laporan keuangan yang di publikasikan
oleh, Julio Grondona, Kepala Komite Keuangan FIFA, pemilihan Afrika Selatan
sebagai penyelenggara Piala Dunia 2010 dinilai cukup tepat karena ternyata
mampu meningkatkan keuntungan FIFA menjadi 196 juta dollar AS, atau sekitar Rp
1,78 triliun pada 2009.
Kalau kita mengacu pada keuntungan negara Jerman
sekitar 10 miliar euro pada Piala Dunia 2006 dan Jepang sebesar 13 miliar euro
(US$16,5 miliar) dari Piala Dunia 2002, maka dapat dipastikan bahwa keuntungan
Afsel di Piala Dunia 2010 ini tidak akan jauh dari kisaran keuntungan yang
dapat didapat dari Jerman.
Keuntungan Afsel dalam Piala
Dunia 2010 ini secara kasat mata bisa didapat secara langsung dari hasil
penjualan tiket dan sponsor (yang mesti berbagi dengan FIFA), peningkatan
jumlah turisme mancanegara melalui para suporternya, penjualan atribut dan
produk yang terkait dengan Piala Dunia 2010, peningkatan tingkat okupansi
hotel, transportasi,hasil tender hak
siar televisi, peningkatan jumlah potensi lowongan kerja, dan kemungkinan
bertambahnya investasi ekonomi di Afsel, atau bahkan berkembang transaksi judi
bola di Afsel.
Potensi Keuntungan sebagai
penyelenggara Piala Dunia tersebut hendaknya selalu dikelola dengan manajemen
turnamen yang mumpuni, dengan acuan parameter analisa sebagai berikut :
1.Penanganan akan adanya kemungkinan efek
atas krisis global finansial yang mulai melanda dunia sejak tahun 2008, yang
pasti akan berimbas secara tidak langsung kepada gelaran Piala Dunia tersebut.
2.Kegagalan pihak marketing tiket yang
menetapkan harga jual, proses pemesanan pembelian tiket secara online maupun
langsung di loket sampai dengan alokasi sebaran tiket di beberapa negara
kontestan sesuai demand dan prediksinya.
3.Koordinasi yang baik diantara pihak
panitia penyelenggara dengan pihak pendukung turnamen seperti tenaga
sukarelawan, wartawan, sponsor dan birokrat.
4.Venue pendukung yang terkait dengan
Piala Dunia, seperti jumlah transportasi umum yang terpadu, lokasi base camp
suporter termasuk lokasi giant screen, kecukupan tingkat hotel untuk akomodasi
tim dan suporter, terjamin nya utility service seperti telekomunikasi dan
listrik dll.
5.Penekanan budaya ramah tamah serta
service excellent seperti yang dilakukan
oleh Panpel Piala Dunia 2002 di Jepang, patut ditiru oleh Panpel Piala Dunia di
Afsel kalau ingin tingkat keluhan dan jaminan kepuasan para stakeholder
turnamen tetap dijaga dengan baik.
6.Komitmen dukungan politik yang kuat
dari pemerintah dan partai politik yang ada di Afsel untuk menjaga agar situasi
gejolak politik tetap dalam situasi yang kondusif.
7.Promosi dan kampanye yang dilakukan
secara terpadu antara panpel, FIFA dan sponsor agar tujuan dalam mencapai
penyebaran virus demam piala dunia ke seluruh dunia dapat tercapai.
Selain 7 (tujuh) hal penting
tersebut diatas, masalah Keamanan adalah salah satu hal terpenting yang
tidak boleh dikesampingkan oleh para pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan
Piala Dunia 2010.
Identifikasi dan pengendalian Risiko Keamanan Piala Dunia 2010
Mengutip pernyataanBheki Celeyang merupakan petinggi kepolisian
Afrika Selatan, pihaknya telah mengeluarkan kan dana US$173 juta untuk keamanan
selama Piala Dunia 2010, untuk peningkatan jumlah personil keamanan, peralatan
baru, pelatihan dan biaya operasional.
Meskipun dengan persiapan yang
mumpuni dengan menghabiskan dana yang cukup besar, potensi gangguan keamanan
masih tetap mengintip ajang Piala Dunia 2010 di Afsel. Tidak dapat dipungkiri bahwa tingkat kriminalitas
di Afrika Selatan adalah merupakan yang tertinggi di dunia yakni mengakibatkan
sedikitnya 50 orang meninggal setiap harinya.
Piala Dunia juga merupakan profil yang empuk dan menarik
bagi para terorisme dunia, karena dari aksi mereka jalankan akan mendapat
publikasi yang maksimum ke seluruh penjuru dunia.
Tetapi hal tersebut diatas dapat
diatasi dengan peningkatan koordinasi yang maksimum antar badan keamanan yang
bertanggung jawab selama Piala Dunia 2010 dengan standard operation procedure
yang baik mulai dari jumlah personil, penempatan petugas kepolisian di sejumlah
titik rawan, ketersediaan informasi yang baik untuk para penonton dan
kelengkapan peralatan seperti helikopter pemantau situasi keamanan, CCTV, kendaraan
taktis penghalau bentrokan suporter dan senjata keamanan yang bersifat
menghalau keributan seperti tongkat listrik, helm dan tameng pelindung dll.
Potensi kerusuhan yang
diakibatkan akibat meningkatnya konstelasi politik di Afrika Selatan
berdasarkan data historis sangat kecil kemugkinannya terjadi di negara tersebut
karena secara perseteruan antara faksi politik tidak pernah berujung pada
pertikaian yang tajam diantara massa politik.
Setelah paparan yang panjang
diatas, pantas kalau kita bertanya pada diri sendiri apakah kita akan terus
tersihir dalam mimpi indah Piala Dunia?. Selama ini tahapan prestasi
sepakbola Indonesia bahkan malah berjalan mundur. Selama ajang piala dunia
dihelat sejak 60tahun yang lalu (Era
Jules Rimet Cup Uruguay 1934) Timnas Sepakbola Indonesia tak pernah menjadi
salah satu peserta, dan selalu menjadi penonton yang baik. Bahkan kalau mau
jujur, bila dibandingkan dengan prestasi terdahulu, persepakbolaan nasional kita
saat ini kian mengarah ke jurang kehancuran. Para pengurus organisasi sepakbola
tertinggi di Indonesia (baca PSSI) lebih banyak memikirkan kepentingan per
kelompok ketimbang prestasi, dan itu sejalan dengan prestasi pemain yang gemar
main kasar menjurus kungfu serta suporter daerah yang gemar rusuh atas nama
fanatisme semu... Nah kalau kemudian sang Ketua Umum PSSI meneriakkan program
Piala Dunia 2022 tanpa prestasi timnas, persiapan politik, dana dan
insfrastruktur yang baik.. mungkin malah bisa dipelesetkan menjadi joke
seperti.. Hari
gini masih mimpi jadi penyelenggara Piala Dunia 2022.. Apa Kata Dunia..???
Penulis
Panji Kartiko
Penasehat Suporter Pasoepati
Jabodetabek dan Joglosemar
- yang sangat kecewa dengan kondisi prestasi timnas Indonesia yang makin terpuruk, - yang sedih akan kompetisi yang carut marut, - yang berteriak akan absurdnya suasana chaos kerusuhan antar anak bangsa dengan label sepakbola
dan herannya ternyata itu malah semakin dibanggakan oleh pssi sebuah organisasi dan ”bebal” tetap bertahan dan masa bodoh dengan niatan pemerintah lewat KSN (konggres sepakbola nasional) serta akan menuntut media seperti goal.com, top skor dll dengan tuduhan pencemaran nama baik...
Mohon dukungannya atas gerakan moral kami dalam cause Jangan Tonton Liga Super Indonesia :
Ketika suara kami saat berteriak kencang akan adanya reformasi pssi dan revolusi juga tidak didengar, maka kini saatnya sikap kita yang akan menentukan bahwa kita menolak produk cacat organisasi yang bernama pssi.
Mulai saat ini gemakan gerakan Jangan Tonton Liga Super Indonesia sebagai pressure agar sponsor tidak mau memback up pssi lagi sehingga diharapkan Bang Napi dan antek-anteknya secara bertahap mundur karena sudah tidak ada lagi yang dapat mereka ”mainkan” dan ”bisniskan” dari panggung sandiwara sepakbola nasional.
1. Joint cause Jangan Tonton Liga Super Indonesia 2. Invite teman-teman di list secara harian maksimal 60 orang perhari 3. Edarkan gerakan ini melalui milist, web, blogs dan forum-forum lainnya 4. Diharapkan media segera bergabung dalam gerakan moral ini agar efek pressure kita dapat secara bertahap membesar dan dapat menenggelamkan bang napi dan anteknya untuk keluar dari pssi.
Saatnya kita kompak teriakkan JANGAN TONTON LIGA SUPER INDONESIA..!!!